Sunday, September 9, 2012

Sederhana

Hal yang lumayan basi saat orang ngomong "jangan terlalu berlebihan, secukupnya aja". Ya, guys, kata-kata cukup atau sederhana sering kita dengar. Kenyataannya banyak orang yang tidak bisa "secukupnya" atau "sederhana", tentu itu karena memang keinginan manusia yang tidak terbatas.


Kata sederhana mungkin banyak artinya, menurut gue sederhana itu bisa berarti apa adanya, tidak berlebihan ataupun simple. Tapi, di luar segala keinginan manusia, sesungguhnya kita selalu terikat dengan kata "sederhana". Di luar segala ketidak terbatasan tujuan manusia, selalu ada hal positif maupun negatif di balik kata sederhana. Enggak percaya? Cekibrot!




Sederhana 1

Monday, August 13, 2012

#TipsMoveOn 2


Setelah 5 abad lupa password blog ini, akhirnya gue inget juga. Maklum jomblo, dapet pacar aja susah, apa lagi mengingat. #jomblongenes



Enggak kerasa lebaran udah tinggal sebentar lagi, jalanan udah mulai macet, toko-toko udah mulai tutup, kampus-kampus udah enggak ada ayam nya, dan yang pasti tempat makan sahur udah pada tutup. Karena hal terakhir tadi, belakangan gue cuma sahur pakai mie rebus atau bahkan kalo waktu mepet gue cuma sempet makan mie diremukin. Seneng sih berat badan turun drastis, tapi lebih banyak ngenesnya sih gara-gara gue susah BAB kebanyakan makan mie instan.



Jaman dulu yang namanya puasa, enggak tau kenapa, kerasa lebih bermakna. Jaman dulu yang namanya puasa kertas-kertas mercon bertebaran, perang sarung abis shalat di masjid, bahkan tiap subuh ada yang namanya "Asmara Subuh". Asmara Subuh ini rutinitas para jombloers untuk mencari gebetan, jaman dulu yang namanya ke masjid itu ada 2 tujuan utama buat jomblo sejati, yang pertama buat cari tanda tangan ustadz dan imam, yang kedua buat cari gebetan. Antara asik dan terkutuk sih, ke masjid bukan cari pahala malah cari paha saja.


Saturday, June 2, 2012

Balada Sabtu Malam

Hari ini adalah hari sabtu, 2 Juni 2012, jam 19.30. Berarti ini saatnya sabtu malam dimulai. (terus kenapa?)




Biasanya malam ini semua orang bakal mengajukan pertanyaan yang sama ke gue, "Doy, malem minggu kemana?", belum sempet gue jawab udah di samber dengan kata-kata, "Ohh, di rumah aja ya? KASIHAN! wkwkwk". Alhasil gue cuma bisa meratapi nasib dan diam seribu rupiah, "......."



Tapi, malam ini semua pingin gue ubah. Gue pingin dilihat seperti manusia normal yang banyak aktivitas diluar rumah. Gue enggak mau dipandang sebagai lelaki pengangguran yang jomblo lapuk. Alhasil, gebrakan itu pun dimulai.