Tuesday, February 4, 2014

Dear, Su

Dear kalian yang memang asu,

Sudah beberapa lama ini kita tidak berkumpul bersama lagi. Tidak seperti kemarin-kemarin, kita sering bersama menghabiskan waktu ber-4. Ya, mungkin kesibukan masing-masing sudah mulai membuat waktu kita terpangkas. Tidak ada lagi kita ber-4 yang lengkap, kadang hanya 2 atau 3 orang saja yang bisa berkumpul bersama.

Tidak mengapa, saya paham sekali kalau semakin ke depan, manusia harus memilih jalannya dan mengorbankan beberapa orang di sekitarnya. Tak hanya itu, kadang manusia harus membunuh waktu demi kesuksesannya sendiri.

Teruntuk kalian yang memang asu, terima kasih waktunya selama di jogja. Kalian memang asu, tapi beberapa kali saya bisa merindu. Rindu momen kebersamaan kita yang memang gila, terutama di malam hari.

Sebagaimana asu-nya kita, setidaknya kita sering bercanda dengan asal layaknya orang yang paling memahami satu sama lain, kita pun sering saling menolong dengan tulusnya. Itu hal-hal yang pantas diingat sampai kapan pun.

Kepada @shitlicious, teman sekaligus idola saya, mentor saya, dan seseorang yang telah membangkitkan asa saya. Terima kasih banyak atas segala cerita, nasihat, dorongan untuk maju & bantuan yang banyak selama ini. Semoga kamu semakin sukses setelah hijrah ke ibu kota nanti.

Kepada @aditsme, keamanan sejati di kelompok ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu, memberi cerita, ide gila, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Semoga sukses mendekatkan jarak LDR-nya. Jangan terulang kegagalan yang sudah-sudah.

Kepada @riimang, ajudan di kelompok ini. Terima kasih untuk info bermanfaat dan yang paling penting adalah beberapa gratisan yang menguntungkan. Semoga menemukan seseorang yang baru, serta lulus kuliah secepatnya.

Terima kasih kalian, bagian dari cerita hidup yan tidak mungkin dilupakan. Semoga kita tetap bisa berkumpul lagi suatu saat nanti.

Walaupun kalian memang asu, tapi satu kalimat ini menggambarkan segalanya: "Kesenangan bisa dibeli, tapi tidak untuk teman yang menyenangkan."

Sampai jumpa lagi, semoga sukses semua. I'll miss you, guys!

Monday, February 3, 2014

Ke-2

Tolong jangan semudah itu kamu melupakanku. Aku sungguh tahu kalau kita pernah ada dahulu. Sudah dua tahun kita tidak saling sapa dan berkabar, kamu tidak datang ke rumahku, bahkan sampai terakhir waktu itu, tidak berkirim kabar lagi padaku, sekarang kamu malah melupakanku? Siapa yang kejam? Kamu yang menghilang atau aku yang setia?

Kamu berjanji untuk menungguku, namun kamu malah berpaling begitu saja. Seberapa kuat janjimu? Apa sama kuat dengan cincin emas yang dahulu ingin kamu berikan padaku?

Lelah rasanya, kamu benar-benar lupa, pura-pura lupa, atau ini bukan orang yang aku maksud? Sebila mana kamu lupa, aku akan memaafkan dalam pulangku. Kalau kamu pura-pura lupa, aku tidak akan melupakan sakitku, namun kalau kamu bukan orang yang kumaksud dua tahun lalu, maafku sedalam hati untukmu.

R.

Saturday, February 1, 2014

1st Letter to You

Dear you,

Sudah lama tidak mendengar kabarmu di sana. Apa kabar kamu? Masih ingat aku? Semoga tidak semudah itu kamu lupa padaku yang pernah penuh bahagia sekaligus dirundung luka. 

Bukan aku ingin mengganggumu, tapi apa kamu bisa membantuku? Untuk mengulang sedikit saja apa yang belum sempat kita lakukan berdua.


With love,


R.